Hmm, ini terinspirasi dari mereka (kakak dan adik) yang sangat saya sayangi..
Sudah kurang lebih selama 1 tahun, saya merasakan bagaimana menjadi anak tunggal. Tapi bukan karena saya benar2 anak tunggal, melainkan mereka (kakak dan adik saya) yang mengalami nasib sebagai anak rantau. Untungnya masih ada adik kecil saya dirumah yg berumur 3 tahun. Wah, rasa kesepian itu suka tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Jelaslah, biasanya kami selalu menghabiskan waktu bersama dirumah, tapi sekarang mereka sibuk dengan tugas mereka masing-masing yang ngga lain buat mencari ilmu yang setinggi-tingginya. Waktu kami yang tersedia untuk bertemu pun tidak sesering dulu. gimana ngga, kaka saya yang pertama si Muammar Fauzy, dia kuliah dan bekerja di Kalimantan. Dan tugasnya di BPK sebagai audit bukanlah untuk main-main, dia memegang tugas yang berat. Itu sebabnya bang muam jarang pulang, paling kalo lebaran atau mungkin ambil jatah cuti. Kemudian si Salafuddin Al-Ayubi (kaka kedua saya). hmm, kalo yang ini jangan ditanya, sibuknya sibuk banget, bahkan bisa nyaingin sibuknya para pejabat(lebay dikit). iyalah, kuliah di Institut Pertanian Bogor dan hampir semua organisasi di kampusnya dia ikutin. ini nih yang bikin dia jarang pulang. Dan Khairunnisa (adik saya), kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (sekolah idaman saya sendiri). Ga jauh beda sama abang saya yg kedua itu, adik saya ini juga sebagai aktivis kampus yang kegiatannya cukup padat, apalagi tugasnya sebagai mahasiswa STAN, nilai jelek sedikit.. DO.
Obat satu-satunya ya cuma Aisyah Cendekia Putri (adik saya yg paling kecil) yang selelu menemani saya dirumah,hehe. hmm semakin banyak saya cerita tentang mereka, rasa kangen itu jadi semakin menjadi-jadi, oke mungkin sampai disini dulu . Gimanapun juga, mereka adalah orang-orang yang saya banggakan,karene berkat mereka saya selalu termotivasi untuk menjadi pribadi yang aktiv dan berguna buat orang lain tentunya, buat ayah dan ibu kami bangga terutama :)
i love them so much :*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar